Oleh: Toto Gutomo
Remaja: Sebuah Pribadi
Unik yang Terancam
Menjadi seorang remaja bukanlah
suatu yang gampang, dimana dimasa ini psikologi manusia sangat labil dan mudah
mendapatkan pengaruh dari lingkungan yang sangat beragam. Dari sudut pandang
Islam, seorang Muslim sudah dibimbing untuk selalu berlaku bagaimana seharusnya
seperti yang tertuang dalam hukum Islam pada Al-quran dan Hadits. Tradisi
menurunkan ilmu-ilmu agama diajarkan oleh orang tua, guru disekolah formal
maupun sekolah non formal, selain itu orang tua mampu mengontrol (mengamati)
anaknya secara penuh karena dekat dengan mereka.
Disini penulis akan menghadirkan
sebuah kejadian dimana remaja Muslim sebagai objek serta tantangan yang
dihadapinya khusunya di Indonesia sebagai negara yang warga negaranya sebagian
besar menganut agama Islam. Sejak kedatangan Islam di Nusantara beberapa abad
silam.[1]
Pada awal perkembangannya Islam masuk melalui pedagang dan penjelajah seperti
halnya pada teori “pengantar Imperialisme” oleh Darsiti Soeratman yang
menjelaskan bahwa pedagang dan penjelajah merupakan “pengantar” dalam
perubahan-perubahan di dunia diawal-awal datangnya kebudayaan non lokal.
Definisi remaja menurut KBBI adalah
Orang yang mulai dewasa, sudah sampai umur untuk kawin, muda atau pemuda,
penulis mendefinisikan remaja adalah seorang yang berusia diantara 14 – 22
tahun dan sikapnya bervariasi namun masih mudah terpengaruh dengan dunia luar,
diantara remaja-remaja ini ada yang bersifat kekanak-kanakan dan bersifat
dewasa.
Islam di Indonesia sangat berbeda
jika dibandingkan dengan Islam yang diterapkan nabi Muhammad SAW di Madinah
sebagai negara pertama yang menerapkan sistem Islam.[2]
Dimana konsep negara adalah negara raya[3],
negara Indonesia lebih mengarah kepada negara barat dengan label Demokrasi dan
Liberalnya[4]
dimana hal ini juga berdampak pada perilaku remaja Muslim di Indonesia. Dimana
hubungannya ini ditemukan? Penulis merumuskan adanya hubungan kebijakan
pemerintah atas pembukaan kebudayaan barat secara lebar dan perilaku remaja Muslim
yang kian “menuruti” kebudayaan tersebut. Sebenarnya tidak hanya Indonesia,
seluruh negara di dunia bisa dipastikan mendapat pengaruh dari kebudayaan
barat.[5]
Selanjutnya kebudayaan barat ini dibungkus dalam sebuah paham pemikiran yang
akrab disebut dengan westernisme.
Westernisme berasal dari dua kata, yakni West[6]
yang berarti Barat dan Isme[7]
yang berarti Pemikiran/Paham dan jiga diramu akan menghasilkan arti yang senada
dengan kalimat sebelumnya.
Dengan kekuatan keyakinan Islam
dalam diri masing-masing remaja maka terbagilah remaja-remaja muslim dalam
beberapa kekuatan yang berbeda, mereka yang ilmu agamanya kuat dan memiliki
minat menegakkan Islam maka akan menjadi intelektual Muslim. Intelektual Muslim
adalah lapisan Muslim terdidik yang mempunyai peran khusus dalam mengembangkan
nilai-nilai budaya. Karenanya mereka memegang kepemimpinan di dalam masyarakat.[8]
Mereka adalah “orang kuat” yang berdiri tegak mencoba terus berjalan tanpa
gentar oleh tantangan zaman. Disisi lain ada yang sangat menarik, yakni banyak
sekali remaja Muslim yang tidak mencerminkan ke-Islam-annya dengan berlaku
kebarat-baratan serta penerapan banyak budaya Barat yang beberapa diantaranya
jelas-jelas dilarang dalam Islam, conntohnya saja cara berpakaian yang kian
miris banyak sekali remaja khususnya putri
yang mengumbar aurat dalam berpakaian kesehariannya, juga budaya pacaran
yang tak memiliki ruler lagi. Banyak
sekali remaja yang terperosok dalam hawa nafsu[9]
dalam pergaulan dan lepas dari hukum-hukum Islam. Westernisme yang penuh dengan
gemerlap dunia materialistik sebenarnya mampu diimbangi dengan konsep zuhud[10]
yang berlaku dalam Islam, sehingga hendaknya remaja penerus bangsa mampu
menjadi sosok pemimpin kelak dengan kerendahan hatinya.
Berfikir Menjadi
Seorang “Muslim”
Mengamati nasihat yang disampaikan
dalam percakapan Rasulullah SAW dengan Iblis la’natullah alaihi (yang
diceritakan oleh Ibnu Abbas)[11]:
“Berapa banyakkah orang menjadi
kekasih-kekasihmu dari kalangan umatku?” dengan perasaan bangga Iblis menjawab:
“Ada sepuluh golongan”, yaitu:
1. Pemimpin yang berbuat zalim
2. Manusia yang bersifat sombong
3. Orang-orang yang mempunyai harta
banyak, tetapi tidak memedulikan dari mana harta itu didapatkan dan untuk apa
harta itu dibelanjakan.
4. Seorang alim yang membenarkan
perbuatan zalim yang (selalu) dikerjakan oleh para penguasa
5. Pedagang yang suka berkhianat
6. Orang yang selalu menumpuk-numpuk
harta kekayaan (tanpa mau menggunakannya di jalan Allah SWT)
7. Para pelaku zina
8. Orang-orang yang suka menawarkan
makanan hasil riba
9. Orang kikir yang selalu
menghitung-hitung hartanya dan tidak mau menyedekahkan sebagian dari harta
(yang didapatkan) kepada fakir miskin
10. Para peminum khamr yang selalu
berbuat maksiat
Semoga saja remaja Muslim di tanah
air tidak termasuk dari 10 golongan di atas dan dijauhkan dan dijagakan dari
perbuatan-perbuatan tersebut, percakapan selanjutnya:
“Berapa banyakkah orang menjadi musuh-musuhmu
dari kalangan umatku?” Iblis menjawab (dengan perasaan benci tersimpan dalam
dadanya), “ada dua puluh golongan” yaitu:
1. Engkau ya Muhammad, aku sangat
membencimu melebihi seluruh manusia yang pernah ada di muka bumi ini
2. Seorang alim yang mengamalkan
ilmunya
3. Ahli Alquran yang membaca serta
mengamalkannya
4. Muadzin yang selalu mengumandangkan
adzan
5. Orang mempunyai kasih sayang
terhadap fakir miskin dan anak yatim
6. Orang yang dalam hatinya dipenuhi
rasa sayang (terhadap semua makhluk)
7. Orang yang bertawadhu
8. Pemuda yang tumbuh di dalam ketaaan
kepada Allah
9. Orang yang memakan makanan dari
harta yang halal
10. Dua orang yang berkasih sayang
semata-mata karena Allah
11. Orang yang menjaga shalat berjamaah
12. Orang yang selalu mengerjakan shalat
malam ketika semua orang masih tertidur
13. Orang yang menjauhkan dirinya dari
perbuatan yang dilarang agama
14. Seorang yang suka memberi nasihat
(dakwah) kepada orang lain karena Allah
15. Orang yang memperbaiki (selalu)
wudhunya
16. Orang-orang yang membelanjakan
hartanya dijalan Allah
17. Orang yang memiliki akhlak mulia
18. Orang yang selalu membenarkan
Tuhannya dengan apa saja yang telah Allah dijaminkan ke atasnya.
19. Orang yang berbuat baik kepada Ibu
dan janda
20. Orang yang selalu mempersiapkan
kematiannya (dengan mengumpulkan amal shahih)
Dengan menyimak golongan-golongan
diatas hendaknya kita khususnya sebagai remaja muslim, mampu memposisikan dan
membentuk karakter sehingga termasuk dari golongan di atas.
Sebagian besar perilaku manusia
dibentuk dengan pembiasaan. Untuk membentuk kepribadian remaja muslim yang
seutuhnya diperlukan pembiasaan-pembiasaan, antara lain: [12]
1. Pembiasaan berpikir positif dengan
dalil salah satuya adalah tentang berprasangka (kecurigaan) QS. Al Hujuraat
([49] : 12)
2. Pembiasaan bersikap dan
berpenampilan santu atau terpuji. Orang yang merasa malu dengan sesungguhnya
adalah mereka yang memelihara pikiran dan bisikan hatinya; memelihara perut dan
apa-apa yang dimakannya; mengingat mati dan musibah alam kubur. Barang siapa
yang menginginkan akhirat, maka tinggalkanlah perhiasan dunia. Siapa saja yang
telah melakukan semua itu, berarti ia telah sungguh-sungguh malu kepada Allah dengan
malu yang sebenarbenarnya.[13]
3. Pembiasaan berperilaku terpuji,
termasuk didalamnya adalah sopan santu, berperilaku sabar, berjiwa besar, hidup
bersih, tertib dan bersahabat dengan lingkungan hidup, serta jujur dan
disiplin.
Terakhir hendaknya kita semua
merenungi sebuah hadist yang diriwayatkan Oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah[14]
“Amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah
taqwa kepada Allah dan Akhlak yang baik.”
Semoga kita termasuk ke dalam
orang-orang yang memiliki amalan tersebut di atas. Semoga remaja-remaja muslim
Indonesia terus tumbuh sebagai generasi bermutu untuk Indonesia yang semakin membaik.
Daftar Pustaka
Buku:
Abu
Abdillah. 2007. Rahasia Menjadi Kekasih
Allah & RasulNya. Depok: Ar-Ruzz Media
Badri
Yatim. 2008. Sejarah Peradaban Islam.
Jakarta: PT Grafindo Persada.
Nor
Huda. 2007. Islam Nusantara: Sejarah
Intelektual Islam di Indonesia. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Rachmat
Ramadhana al-Banjari. 2008. Membaca
Kepribadian Muslim Seperti Membaca Al-Qur’an. Jogjakarta: DIVA Press
Departemen
Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar
Bahasa Indonesia Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka
Rayner
Hardjo. 2002. Kamus Populer Inggris –
Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Wawan
Suyetna. 2008. Biografi Nafsu Manusia.
Jogjakarta: Diva Press
Amin
Syukur. 2000. Zuhud di Abad Modern.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Darsiti
Soeratman. 1963. Sedjarah Afrika
Yusliani
Noor. 2009. Timur Tengah (Asia Barat
Daya) dalam Panggung Sejarah. Banjarmasin: Percetakan D’Junjung Buih
Catatan Perkuliahan:
Yusliani
Noor. 2010. Bangsa, Negara Bangsa dan
Negara Raya. Dalam perkuliahan Sejarah dan Studi Pemikiran Islam. November
2010
Internet:
Wikipedia.
–isme. (online)
id.wikipedia.org/wiki/-isme diakses pada 20 November 2010
[1]
Beberapa teori menjelaskan
Islam masuk ke Indonesia (Nusantara) pada abad 7 hingga 13 dengan ditemukannya
makan Fatimah binti Maimun di Leran Gresik 475 H (1082) dan beberapa makam
Muslim di Tralaya yang berasal dari Abad 13 (Badri Yatim, 2008)
[2] Yusliani Noor (2009)
[3] Yusliani Noor (2010) dalam perkuliahan Sejarah
dan Studi Pemikiran Islam
[5]
Dilihat dari perjalanan bangsa
Eropa yang menjelahi Dunia dan sudah
barang tentu membawa kebudayaan yang mereka anut. Pelayaran merupakan jalur
yang ditempuh para bangsa Eropa ini.
[6] Kamus Bahasa Inggris, Rayner Hardjo (2002)
[7] Pengertian –isme
dari bahasa Latin diambil dari id.wikipedia.org/wiki/-isme
[8] Azyumardi Azra dalam Nor Huda (2007)
[9] Nafsu Menurut Wawan Suyetna (2008) artinya
memiliki kecenderungan melakukan kedurhakaan, pembangkangan, atau kemungkaran
yang menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat (bersifat aktif mengerjakan
larangannya)
[10]
Zuhud adalah perbuatan berusaha
menjauhkan kelezatan dunia sehingga matanya tidak tertutup semata-mata dengan
dunia yang sementara ini (Amin Syukur, 2000)
[11] Abu Abdillah (2007)
[12] Pembiasaan-pembiasaan ini dikutip dari Rachmat
Ramadhana al-Banjari (2008)
[13] HR. Tirmidzi dari Aisya Ra
[14] Dikutip dari Amru Khalid (2005)
0 komentar:
Posting Komentar
Komentar sahabat blogger sangat berguna bagi perkembangan artikel (post) pada blog ini :)
Gunakan kotak komentar atas untuk pengguna Facebook dan Gunakan kotak komentar bawah untuk blogger ^^V